+6281285429607 admin@lexgo.digital

Sebagai ahli marketing untuk pengacara, kita tidak boleh stress mengenai nilai terhadap kualitas konten pada website anda. Beberapa traffic terbaik dan referensi klien law firm saya berasal dari beberapa tulisan yang saya buat beberapa tahun yang lalu.

Pada dasarnya, tulisan-tulisan ini adalah konten marketing yang ‘selamanya hijau’, yakni terus menerus mengantarkan klien melalui pintu tersebut bertahun-tahun kemudian. Meskipun tujuan akhir dari tulisan tersebut adalah untuk meningkatkan traffic website dalam mesin pencari, saya membuat tulisan tersebut dari sudut pandang yang dibutuhkan klien. Saya fokus terhadap kualitas konten tulisan yang memberi nilai pada pembaca dan menyebabkan saya menjadi orang yang memiliki kewenangan atas konten tulisan tersebut.

Sayangnya, banyak website pengacara yang hanya berusaha mempermainkan mesin pencari google. Meskipun para pengacara ini sukses dalam meningkatkan traffic website law firm mereka, jumlah tersebut tidak berarti apa-apa, kecuali pengunjung website tersebut menjadi klien mereka. Ketika seorang pengunjung megunjungi sebuah halaman website yang terdiri dari penulisan yang buruk, konten website yang spam, mereka dengan mudah akan beralih ke pencarian lainnya. Hal tersebut merupakan contoh mengapa beberapa website menjadi ‘bau’ dan bagaimana cara memperbaikinya.

Membuat Kesalahaan dalam Bacaan

Permasalahan, saya memperoleh kesan bahwa beberapa website pengacara hanya ditulis untuk kepentingan Search Engine Optimization (SEO) dan tidak lebih. Artikel yang ditulis pendek, mereka memilik beberapa kata kunci atau frase yang dimasukkan, tapi mereka tidak sama sekali memberi informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Dengan kata lain, artikel tersebut tidak lebih dari sebuah upaya mengarahkan pembaca untuk “Hubungi sekarang” “Chat sekarang” “Kontak kami”, dan lain-lain.

Solusi, halaman dalam website mengenai jasa yang diberikan terkait ruang lingkup praktik anda adalah hal yang diperbolehkan. Namun, jika anda benar-benar ingin menuliskan tentang sesuatu, maka luangkan lah waktu untuk menuliskan sesuatu yang bernilai bagi pembaca. Dapat dalam bentuk penjelasan mengenai sebuah aturan, prosedur tertentu, atau hal menarik lainnya.

‘Memuntahkan’ kembali Artikel Berita

Permasalahan, banyak website yang hanya mengulang kembali berita-berita mengenai penangkapan pelaku kriminal, kejahatan dan hal-hal semacam itu. Apabila pengunjung website tersebut ingin mendapatkan berita terbaru maka mereka akan pergi ke news feed. Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa artikel tersebut hanya memiliki tujuan untuk kepentingan SEO dan panggilan terbuka untuk melakukan sebuah tindakan.

Solusi, apabila anda ingin menulis berita dalam website, maka pertimbangkanlah untuk menulisnya menjadi sebuah informasi yang dapat menggambarkan bidang praktik anda. Apabila hanya berita biasa, maka biarkan penyiar berita yang melakukannya. Percayalah bahwa apabila anda ingin meningkatkan traffic website dan panggilan klien ke kantor anda, maka tidak ada hal yang paling efektif selain artikel yang ditulis dengan baik.

Menulis seperti Pengacara

Permasalahan, sekolah hukum benar-benar membutuhkan otak mahasiswa. Dimana ketika mereka dapat menulis seperti manusia normal, mereka kemudian belajar untuk menulis dengan bertele-tele dan gaya kuno. Misalnya, bukannya menulis ‘before’ namun menulis ‘prior to’, bukannya menulis ‘now’, namun menulis ‘contemporaneous with’. Banyaknya daftar kata-kata ini, menyebabkan pembaca bosan dan sulit untuk memahaminya.

Solusi, menulislah seperti anda berbicara. Dalam percakapan normal, anda tidak akan mengatakan ‘heretofore’, ‘hereinafter’ atau ‘in accordance with’. Maka saat ini menulislah seperti orang normal pada umumnya dan anda tidak akan melakukan kesalahan lagi.

Menulis Website di Luar ‘Ruang Kemudi’

Permasalahan, cara lain untuk mengartikan situasi ini adalah ‘blogging hanya untuk kepentingan blogging’. Dalam beberapa website biro jasa atau agen pendirian badan usaha, kadang mengaku sebagai ahli dalam praktik hukum tertentu, padahal belum tentu mereka sarjana hokum dan tidak ada relevansinya dengan tulisan yang dibuatnya. Ketimbang mengaku sebagai ahli hukum, sebaiknya cukup memberikan penjelasan yang informatif tentang prosedur pendirian badan usaha atau hal yang memang dikerjakannya. Intinya adalah mempertahankan apa yang anda tahu daripada anda akan merusak kredibilitas yang telah ada. Abraham Lincoln mengatakan bahwa “Better to remain silent and be though a fool than to speak out and remove all doubt

Solusi, ketika anda menulis, tetaplah berpegang pada apa yang anda ketahui dengan baik. Untuk menemukan ide-ide dalam website hukum anda, mulailah dengan hal-hal dasar. Pikirkanlah hal-hal yang paling sering ditanyakan oleh klien anda dan perluaslah jawaban tersebut. Seiring berjalannya waktu, pikirkan lebih dalam tentang masalah yang dihadapi klien dan tulislah solusi untuk masalah tersebut. Pada akhirnya, anda akan mengkonversi lebih banyak pembaca yang menjadi klien dengan menulis postingan yang berkualitas terkait hal-hal yang anda kuasai.

Jika Kantor Hukum anda ingin lebih eksis di dunia digital, LexGo hadir untuk membantu law firm anda menentukan strategi digital marketing yang tepat. Segera hubungi Marissa Noriti di 081285429607.

0
Connecting
Please wait...
Send a message

Sorry, we aren't online at the moment. Leave a message.

Your name
* Email
* Describe your issue
Login now

Need more help? Save time by starting your support request online.

Your name
* Email
* Describe your issue
We're online!
Feedback

Help us help you better! Feel free to leave us any additional feedback.

How do you rate our support?
 
Banyak Law Firm Sudah Go Digital!

Dapatkan e-Book Kenapa Law Firm Anda Juga Harus Go Digital!

Jangan ketinggalan! Segera go digital, dan rasakan manfaatnya.
GET IT NOW!